Heni Prasetyorini, S.Si., M.Pd.

Heni adalah katalisator dan penggerak literasi digital Kreatif.  Heni ingin mengedukasi dan mengajak orang untuk meningkatkan kinerjanya dengan cerdik dan cakap dengan bantuan teknologi. Heni punya pengalaman di bidang digital marketing, digital learning dan digital creative. 

Heni adalah Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia (KCMI). Menjadi Mentor anak muda untuk membangun Startup. Memfasilitasi guru dan personal untuk membuat kelas online, dan yang menarik Heni juga mengajak anak untuk menjadi kreator kreatif di Kelasku Digital.


heni prasetyorini

Contact:
  1. Email        : heni.prasetyorini@gmail.com
  2. Linkedin   : linkedin.com/in/heniprasetyorini
  3. Instagram : @heniprasetyorini
  4. Facebook  : @heniprasetyorini
  5. Twitter      : @HeniPR

Education:
  1. Bachelor degree of Chemistry, Natural Science, Institute Technology of Bandung, 2001
  2. Magister Degree, Cum Laude, Educational Technology, Universitas Negeri Surabaya, 2015
  3. Coding Mum Program, Surabaya, 2016
  4. Internship Student of Apple Developer Academy @Universitas Ciputra Surabaya, 2019-now

Job Experience:
  1. Blogger
  2. Copywriter
  3. Biography Writer
  4. Professional Trainer
  5. Motivational Speaker
  6. Trainer Gapura Digital Surabaya Angkatan I
  7. Founder Kelasku Digital
  8. Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia
  9. Internship Student Apple Developer Academy UC | Indonesia 2019
  10. Mentor DILO PAD (Pre Startup Development) Surabaya 2019
  11. Organizer dan Coach Global Startup Weekend Women Surabaya 2019

Award:
  1. 2nd winner ASUS Blogging Competition "Start Your Own Startup", 2016
  2. Writingthon 1 & 2 winner competition at Puspiptek


Books I Wrote:
Buku BIOGRAFI karya Heni Prasetyorini


Buku Antologi Pemenang Writingthon Puspiptek Competition #1

Buku Antologi Pemenang Writingthon Puspiptek Competition #2


 Media Coverage:
















Speaking & Training Portfolio:


Workshop How To Create Business Plan That Works.
Universitas Hang Tuah Surabaya
25 Juni 2019







Google Womentechmakers

Workshop Blogging & Prototyping
22 Juni 2019
Dilo Surabaya



International Women's Day Surabaya
30 Maret 2019





Organizer dan Coach Global Startup Weekend Women Surabaya 2019




Mentor Dilo PAD Surabaya 2019




Marlina: Jadi Peneliti Nuklir? Siapa Takut!

"Saya memang ingin jadi Peneliti bidang Nuklir," kata Marlina. 


Jawaban dari peneliti nuklir yang bekerja di BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional)  ini cukup mencengangkan. Memang ada ya orang yang dari awal sudah ingin berkarya dan berkarir di satu bidang yang menurut orang awam, cukup bikin "ngeri".

Ya, kata NUKLIR di benak orang awam, yang muncul secara visual adalah negara yang hancur berkeping-keping setelah dikirimi bom nuklir. Jadi nuklir = bom = perang = seram. That's it. Isn't it? Iya kan ya?

Nah, kalau bayangan sudah sengeri itu, kok ya kak Lina ini mau "bertemu" nuklir setiap hari?
Daripada mengira-mengira jawabannya, mari kita baca dengan seksama hasil wawancara melalui email ini dengan kak Marlina, peneliti nuklir Indonesia.

Apakah tidak kuatir dengan dampak nuklir ketika bekerja sebagai
peneliti? dan bagaimana cara mencegahnya?

Tidak khawatir, karena pada awal bekerja di BATAN mendapat diklat dasar mengenai Proteksi Radiasi. Diklat ini memnjelaskan semua bahaya radiasi dan usaha untuk memproteksi diri dari radiasi. Selain itu, selama bekerja dengan zat radioaktif, kita mengguanakan TLD badge, yaitu alat untuk membaca dosis radiasi yang diterima tubuh. 

Batasan dosis radiasi yang diperbolehkan diterima oleh pekerja radiasi, yaitu 20 mSv/thn. TLD badge
ini dievaluasi setiap 3 bulan sekali. Sehingga kita bisa mengukur jumlah dosis yg diterima. Tapi, selama saya bekerja di BATAN, belum pernah mencapai hingga dosis 20 mSv/thn. Jadi masih aman lah... Semisal pada pertengahan tahun sudah mencapai dosis maksimal, maka pekerja radiasi tidak diperbolehkan bekerja dengan zat radioaktif lagi hingga waktu yang ditentukan.

Selama bekerja dengan zat radioaktif, pekerja radiasi selalu ditemani oleh petugas Pengawas Radiasi. Petugas ini bertugas untuk mengukur besaran paparan radiasi di tempat kerja dan juga mengawasi apabila ada kontaminasi zat radioaktif.


Sebenarnya menjadi peneliti nuklir, berbahaya nggak sih, terutama bagi perempuan? dan sampai seperti apa bahayanya?

Efek radiasi itu terbagi 2, yaitu efek deterministik dan efek stokastik.
Efek deterministik yaitu efek jangka pendek yang dirasakan langsung akibat adanya zat radioaktif dengan dosis tertentu. Misalnya dapat mengakibatkan pusing-pusing, atau jika terkena kulit tubuh, bisa terjadi ruam kemerahan, atau seperti terbakar, bergantung pada tinggi rendahnya aktivitas zat
radioaktif.
Sedangkan efek stokastik adalah efek jangka panjang yang terjadi karena adanya akumulasi efek dari zat radioaktif, walau dengan aktivitas sekecil mungkin akan memberikan efek di masa depan.

Efek untuk perempuan atau laki-laki, sama saja. Memang ada efek radiasi bagi sel/organ reproduksi tapi itupun bergantung pada dosis yang diterima oleh pekerja radiasi. Jika masih di bawah dosis ambang, mudah-mudahan tidak ada efeknya.


Jika ada anak muda ingin menjadi peneliti nuklir, tahap belajar harus seperti apa?

Di BATAN sangat luas bidang ilmunya. Banyak sekali bidang keilmuan untuk  menjadi peneliti di BATAN. Diantaranya: Teknik nuklir, Teknik fisika, kimia, biologi, farmasi, Fisika nuklir, kimia nuklir, material, Teknik  lingkungan, apoteker, dokter umum, dokter hewan, dokter spesialis
kedokteran nuklir, pangan, pertanian, geologi, geodesi, fisika medis, dan masih banyak lagi.


Apa hal paling asik ketika menjadi peneliti nuklir? 

Menjadi peneliti nuklir, kita meneliti sesuatu yang sangat spesifik. Di Indonesia, hanya BATAN lah yang boleh melakukan penelitian mengenai nuklir, sehingga kita bisa unggul dengan instansi lain. Contohnya penelitian mengenai bioetanol, yang melakukan penelitian ini banyak sekali, ada LIPI atau perguruan tinggi lainnya. Tapi kalau nuklir, tentu saja hanya BATAN yang melakukan sehingga kita meneliti secara spesifik.

Selain itu, kalau ditanya kerja dimana, dijawab kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional, rata-rata penanya menjadi merasa serem dengan kata nuklir. Nah, kesempatan kita buat menjelaskan manfaat nuklir. Sehingga masyarakat tidak takut lagi dengan nuklir dan mengetahui akan manfaat nuklir itu sendiri. Bahkan ada abang gojek yang nanya-nanya juga.


Siapa tokoh idola/ilmuwan idola?

BJ. Habibie..
Beliau ilmuwan yang mendedikasikan ilmunya demi kepentingan bangsa Indonesia.

Bagaimana cara belajar sehingga bisa jadi ilmuwan atau peneliti?

Duh susah jawabnya. Mungkin sama aja ya kalau belajar di bangku kuliah mah. Namun setelah menjadi peneliti, kita belajar akan lebih sedikit namun lebih fokus pada bidang ilmu yang kita dalami.

*fokus gais...fokus




Cita-cita tertinggi, ingin membuat apa dari teknologi berbasis nuklir ini?

Berhubung saya sedang meneliti generator Tc-99m, cita-cita saya generator ini akan digunakan secara rutin di rumah sakit. Dimana pada saat ini rumah sakit mengimpor generator Tc-99m dari luar negeri. Harga 1 buah generator Tc-99m impor sekitar 30 juta rupiah perbuah yang dapat digunakan selama 1
minggu. Biaya yang mahal ini pastinya dibebankan kepada pasien. Akan dirasa sangat berat apalagi untuk pasien BPJS.

Kalau generator Tc-99m yang saya teliti ini berhasil, tentunya bisa menggantikan generator impor
sehingga biaya pembelian generator tidak terlalu mahal. Semoga sedikitnya bisa meringankan beban pasien.


Oh ya, di Puspiptek ada Reaktor Nuklir, itu suatu saat akan berbahaya nggak sih bagi lingkungan? misalnya bocor kek atau apa gitu? 

Indonesia punya 3 reaktor nuklir:
1.      Reaktor TRIGA, lokasi di Bandung, memiliki daya 2 MW, mulai beroperasi tahun 1964 pada daya 250 kW, dan diupgrade pada daya 2 MW pada tahun 2000. Fungsi utama adalah untuk penelitian dan produksi radioisotop.

2.      Reaktor Kartini, lokasi di Yogyakarta, mulai beroperasi pada tahun 1979, memiliki daya 100 kW. Fungsi utama adalah untuk penelitian dan pelatihan.

3.      Reaktor GA. Siwabessy, lokasi di Serpong, beroperasi pada tahun 1987, memiliki daya 30 MW. Fungsi utama adalah untuk produksi radioisotop, penelitian material, penelitian berkas neutron, pewarnaan batu permata (gemstone), analisis aktivasi neutron, radiografi neutron, dll

Nah, dengan pengalaman memiliki dan menangani reaktor nuklir hampir 54 tahun dan belum pernah terjadi kecelakaan nuklir, rasanya para ahli reaktor sudah bisa dibilang unggul dalam menjalankan reaktor nuklir. Indonesia sudah sangat unggul di bidang nuklir. Bahkan sampai saat ini Indonesia dijadikan rujukan negara-negara lain di Asia untuk mempelajari tentang nuklir.

Semua pelaksanaan ketenaganukliran di Indonesia, mendapat pengawasan dan inspeksi rutin oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN) dan juga International Atomic Energy Agency (IAEA).

--

Wah, dari wawancara singkat ini sudah lumayan terjawab ya segala kecemasan dan ke-suudzonan kita terhadap nuklir. Tentu saja akan masih banyak lagi pertanyaan lanjutan untuk kak Lina ini. Termasuk bagaimana sih cara kerjanya di laboratorium BATAN? perlu baju khusus nggak? repot nggak bekerjanya dengan baju khusus itu?

Jawaban lanjut di artikel berikutnya ya.
Yang penting sekarang kita semua sudah tahu bahwa,
JADI PENELITI NUKLIR? SIAPA TAKUT!


Marlina, M.Si (Ms)
Bidang Teknologi Radioisotop
Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR)
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Gedung 11 Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Indonesia
Telp/Fax : +62 21 756 3141


Ibu Rumah Tangga Digital Storycakes



Ibu Rumah Tangga Digital Storycakes adalah kumpulan cerita autobiografi dari Heni Prasetyorini. 
Sebelumnya Heni menunggu bukunya selesai ditulis, baru di-publish. 
Akan tetapi tugas ini itu nya, terutama setelah jadi Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia, membuat draft buku ini nggak maju-maju bilangan artikelnya.
Menunggu tidak untuk kamu.
Maka dituangkanlah beberapa bab tulisan itu agar bisa kamu baca secara online/

Maybe you can see a little light of hope, after you read my stories.
Untuk membacanya silahkan klik langsung DI SINI

Pewarta Puspiptek Lomba Menulis 8 Bidang Penelitian

Anda seorang Jurnalis yang kritis?
Bagaimana pandangan Anda tentang Indonesia dalam perkembangan teknologi ?
Mari tuliskan pendapat Anda dalam sebuah kompetisi menulis nasional khusus Jurnalis bertajuk
ANUGERAH PEWARTA PUSPIPTEK
Tema tulisan : Peran dan Prestasi
PUSPIPTEK menuju revolusi Industri 4.0
Kirim cv, foto KTP ,kartu Pers/surat keterangan dan karya ke sekretariat. pif@gmail.com dengan subjek : Jurnalis
Pendaftaran peserta dibuka dari 17 Juli -11 Agustus 2018
Kompetisi ini diselenggarakan oleh @puspiptek dan @bitread_id
Narahubung : Bitread (0838 9079 0002)









-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

UNTUK BLOGGER


Indonesia adalah negara yang kaya. Sayangnya, di usia yang kini telah dewasa, Indonesia masih tertinggal jauh dalam perkembangan teknologi dan industri.
Lalu inovasi apa yang mendukung perkembangan kita menuju indonesia jaya?
Tuliskan pendapatmu dalam kompetisi menulis khusus blogger bertajuk 
ANUGERAH PEWARTA PUSPIPTEK
Tema tulisan : Inovasi pada 8 fokus bidang penelitian menuju Indonesia jaya
Kirim cv, foto KTP dan karya ke sekretariat.pif@gmail.com dengan subjek : Blogger
Total hadiah 16 Juta
Pendaftaran peserta dibuka dari 17 Juli -11 Agustus 2018
Kompetisi ini diselenggarakan oleh @puspiptek dan @bitread_id
Narahubung : Bitread (0838 9079 0002)






Writingthon #1 Mempertemukan Penulis dan Peneliti di Puspiptek